Friday, July 29, 2011

RIWAYAT SANDAL SWALLOW

Hari ini adalah hari yang bisa dibilang kurang beruntung. Apa penyebabnya???

Pagi tadi, sandal swallow saya harus berpisah dengan kaki saya. Sandal saya yang telah menemani saya selama 2 semster itu, mengakhiri jasanya saat melindungi kaki saya dari jalan yg becek saat menuju pasar. Sebenarnya yang menakhiri jasanya itu sandal saya yang sebelah kiri, tapi saya nggak mungkin meneruskan perjalanan saya dalam keadaan sandal yang rusak sebelah. Jadi, selama berjalan ke pasar, teman saya meminjamkan sandal swallownya yang sebelah kiri dan dia memakai milik saya.

Sampai di pasar, saya melihat ada toko yang menjual banyak sekali sandal. Sandal yang ditawarkan berbagai bentuk, warna dan gambar. Gambarnya lucu-lucu sih, tapi sayang, nggak pantas di pakai oleh saya yang tahun ini akan menginjak umur 19 tahun. Jadi saya membeli sandal jepit putih dengan hak bawah belakang yang lumayan tebal. Si penjual menawarkan harga 10 RMB (Rp 13.350,00) dan menyuruh saya untuk membuang swallow saya di sebelah mobil yang terparkir di depan toko. Sedikit rasa kehilangan, menyertai adegan pembuangan sandal swallow..

Swallow dengan warna orange di japitannya, telah menemani saya selama 2 semester dan harus mengakhiri layanannya pagi tadi.

Bye bye swallow... :(

















Punya saya yang orange :(

2 comments:

  1. Pertama kali melihat postingan Link artikel ini di FB mBak Sefti, saya pikir adalah sejarah sandal Swallow secara umum; dari masa pertama kali dirintis sampai sekarang. Eh..., tak tahunya ternyata sandal Swallow-nya si mBak. Judul memang boleh dibuat semenarik mungkin. Tentunya, dengan tidak menghilangkan eksistensi isi artikelnya. Maka dari itu, akan lebih baik jika judul artikel ini, diubah: "Sandal Swallow-ku, riwatmu kini".

    Kata 'Apa penyebabnya?' di paragraf pertama, juga bisa, bahkan lebih baik di-delete saja. Karena, di paragraf selanjutnya, sudah ada ulasan yang menjawab (mengapa) 'Hari ini adalah hari yang bisa dibilang kurang beruntung'(?). Biar tidak boros kata.

    Kalau boleh saya edit, paragraf kedua, akan saya gubah begini, mBak:
    "Sandal yang telah menemani saya selama 2 semester itu, mengakhiri jasanya saat melindungi kaki ini dari jalan becek, saat menuju pasar. Sebenarnya, hanya tali sandal sebelah kiri saja yang putus; yang kanan, masih 'sehat' seperti sedia kala. Sungguh saya dibuat bingung olehnya. Apalagi, TKP-nya jauh dari pertokoan yang menjual sandal-sandal. Semakin kebingungan, jadinya. Juga, sangat tak mungkin, kan, untuk meneruskan perjalanan dengan hanya bersandalkan sebelah? Untungnya, ada teman yang mau berbaik hati untuk meminjamkan sandal krinyanya selama perjalanan ke pasar. Kasian juga, sebenarnya, ke teman saya itu. Karena, dia harus tertatih-tatih memakai sandal kiri 'cacat' saya tadi.

    Untuk kata "Jadi saya (putuskan untuk) membeli sandal jepit putih...", ditambahi kata 'putuskan utnuk' di belakan kata 'saya', akan lebih baik.
    Selanjutnya, kata terakhir di paragraf yg sama: "Sedikit rasa kehilangan, menyertai adegan pembuangan sandal Swallow (jepit Orange saya) itu", ditambahi kata yang saya tanda kurungi itu, juga akan lebih enak dibaca.
    Jadi..., kalimat "Swallow dengan warna orange di japitannya, telah menemani saya selama 2 semester dan harus mengakhiri layanannya pagi tadi." sudah tidak perlu digunakan lagi, mBak.

    Itu saja komentar dan editan saya.
    TULISANNYA MENARIK!

    ReplyDelete
  2. thx Wang buat masukannya..
    next projec bakal dibuat menarik :)

    ReplyDelete