Wednesday, July 27, 2011

The Pink Book and Cleff (Chapter 11-14)

“ Kamu kenapa, Cleff? “, Tanya Sandy dalam perjalanan menuju parkiran.

“ Nggak apa. Cuma tiba-tiba ngerasa ada yang harus aku telpon. “

“ Siapa? “

“ Fans aku yang kemaren ajak ke studio. “

“ Oh. “, jawab Sandy dengan nada dingin. Entah kenapa Sandy mempunyai sebuah ide yang nggak diduga.

“ Beib, ke RS St. Antonius yuk. “

“ Siapa yang sakit? “

“ Adek sohibku, semalem masuk rumah sakit. “

“ Sohibmu nggak sekolah kalo gitu? “

“ Iya. Aku mikirin dia semaleman.. tadi selama di sekolah dia nggak kasih kabar apapun ke aku. “

“ Dia kan mikirin adeknya. Wajar dong kalo dia nggak kasih kabar. “

“ Iya ya.. hehehehe.. tapi aku khawatir banget sama dia. Selama ini, Mell yang aku… “

“ Bentar.. Mell? “

“ Iya. Kenapa? “

“ Mell siapa? “

“ Sohib aku, beib. “

“ Oh.. terus? “

“ Mell itu bisa tertekan banget kalo udah ada masalah yang gaswat kaya gini. Dia kan sayang banget sama Kevin. “

“ Kevin?? “

“ Iya beib. “

Mell? Kevin?? Kenapa nama mereka mirip banget sama Mell dan Kevin yang aku tau?? Apa emang mereka ya? Kevin masuk rumah sakit?? Mell bisa tertekan?? Apa mendingan jenguk adeknya ya??

“ Beib? “, panggil Sandy membangunkan Cleff dari pikirannya.

“ Eh… ya? “

“ Mau nemenin aku ke RS? “

“ Boleh deh. “

Sandy segera menarik tangan Cleff untuk berjalan cepat menuju mobilnya. Mobil Cleff akan dibawa pulang Albie ke rumah Albie. Dalam perjalanan, Cleff nggak bisa tenang memikirkan keadaan Mell yang khawatir setengah mati. Apa lagi ditambah dengan keadaan Kevin yang nggak mereka ketahui sekarang ini.

“ Mell?? Iya.. ini Sandy. Lu di St. Antonius kan??...... ok ok.. gue sama pacar gue kesana. “

Rasa janggal dan menyusahkan mulai memenuhi otak Cleff. Entah kenapa dia bisa merasakan ada sesuatu yang berat bisa menambah beban pikiran Mell. Selama perjalanan, otak Cleff benar-benar dipenuhi dengan tebak-tebakkan yang menggalaukan hati. Sampai-sampai…

Beib, HPmu bunyi tuh. “

“ Ambilin dong didalem tas. “

“ Dari mama nih. “

“ Tolong earphone dong. “

Cleff sibuk dengan memusatkan pikiran di jalan raya, suara Sandy yang sibuk mencari earphone sedikit menggangu konsentrasinya. Saat di lampu merah, HP baru bisa diraihnya dan mulai bercakap-cakap. Sandy hanya mendengarkan music sambil memegang HP Cleff yang tersambung ke telinganya.

“ Bentar ya ma.. Iya ntar Cleff pulang sebelum jam 5 kok… tenang aja! Ok mam! “

“ Kenapa beib? “

“ Biasa, kudu bikin tugas kuliah dulu sebelum ke studio hari ini. “

“ Ke studio? “

“ Iya. Kemaren aku bikin lagu baru lagi. Fansku yang kali ini kasih inspirasi, jadi pingin cepet-cepet aku aransemen terus aku masukin di album berikutnya. “

“ Owh.. next project kamu apa? “

“ Next project ya? Mau bikin albuk judulnya ‘My Adorable Fans’. “

“ Hah? “, Tanya Sandy dengan wajah ga senang.

“ Tenang, ntar aku bikin lagunya nggak Cuma dari 1 fans ini kok. Ntar aku mau keliling Jakarta buat cari penyanyi jalanan yang nyanyiin laguku. Trus kalo diantara mereka ada yang kasih aku inspirasi atau mereka malah bikin lagu, aku masukin di albumku berikutnya. Gitu maksudku, beib! Jangan cemberut yaaa… “, jawab Cleff secara detail.

Untuk sejenak hati Sandy tenang begitu menegtahui bahwa di album baru kekasihnya, bukan 1 fans saja yang dilibatkan. Karena dia sangat mengenal siapa fans yang menjadi inspirasi Cleff saat ini. Mungkin selanjutnya bisa saja hubungan mereka menjadi kacau karena kehadiran sang fans. Dengan wajah yang santai, Sandy berpikir keras untuk mendapatkan cara terampuh untuk menyelamatkan hubungan mereka yang mungkin bisa hancur karena fans kekasihnya. Sebenarnya Sandy tau bahwa Cleff akan setia, tapi.. hati manusia bisa berubah kapan pun!

10 menit kemudian… sambil berjalan menuju

Ini dia St. Antonius.. Kamar berapa ya? “

“ Kamu tadi bilang di jalan kamar nomer 1245. “

“ oh iya.. “

“ Dasar dongo! Mana ada kamar 345 disini? “, jawab Cleff sambil senyum nakal yang dilemparkan untuk kekasihnya yang cool.

“ Aku baru inget kalo aku belom Tanya Kevin di kamar berapa.. “

“ Makanya sekarang telpon. “

“ Ga usah kali, Cleff abu-abu. Didepan pasti ada daftar pasien. “

“ Iya juga. Hehehehehhe… “

“ Ketawa! “

“ Maklum lah! Saya kan nggak pernah sakit, nona. “

“ Percaya deh yang tiap hari minum jus 3 macem! “

“ Iya iyaaaaa… “

Seperti halnya pasangan normal, mereka berjalan menuju pintu rumah sakit dengan identitas asli Cleff yang ditutupi. Sesampainya mereka di lobi, dengan segera Sandy mencari nama Kevin Saputra di papan daftar pasien. Disitu dituliskan ‘Angel of Justice, Uriel-3’. Keduanya berjalan dengan santai tapi hati masing-masing berdegup kencang. Membayangkan reaksi Mell begitu melihat mereka datang berdua dengan Cleff yang beridentitas sebagai pacar dari sahabatnya.

Sampai juga akhirnya mereka di area Angel of Justice,Uriel; dan keduanya berhenti sejenak didepan pintu untuk mengambil nafas. Keduanya saling bertatapan dan Sandy mengencangkan tangannya di lengan Cleff. Cleff hanya menepuk tangan kekasihnya dan tersenyum seperti seorang gentle. Diketuklah pintu kamar pasien dan sosok ibu yang berwajah pucat membuka pintu, menyambut mereka dengan senyuman yang terlihat dipaksakan. Sosok yang mereka kenal sedang terduduk lemas di sofa sambil menatap lurus ke ranjang pasien. Tatapan kosong serta hampa, tangan yang memainkan bolpoin tanda hati yang tidak tenang, bibir mengatup rapat, keringat mengucur dari pelipis dahi; adalah pemandangan dari tamu yang baru saja memasuki kamar pasien.

Melihat apa yang ada didepan mereka, membuat Sandy bediri mematung. Selama hampir satu tahun mereka berteman, belum pernah dilihat Mell berekspresi seperti itu. Seperti sebuah batu besar yang ada dipundak Mell berubah menjadi 2x lipat dan berpindah setengah keatas pundak Sandy.

Cleff melihat sang fans yang sejak beberapa waktu lalu menjadi sumber inspirasi sedang bersedih hati, turut bersimpati dengan apa yang dialami Mell. Cleff bisa melihat dengan jelas titik-titik keringat yang turun dari kedua tangan yang bersatu, sorotan mata yang terpusat di badan yang terbaring lemah, tetes keringat yang mengalir dari dahinya dan membasahi anak rambut. Sosok seorang lelaki dewasa yang bermain checker dengannya beberapa waktu lalu juga dalam keadaan yang sama dengan anak perempuannya.

Kini tiada yang bersuara dan bergerak. Alat penunjuk keadaan jantung Kevinlah yang mengisi kekosongan ruangan, disertai derap langkah para suster, suara kursi roda yang meluncur kian kemari, juga detik jam. Dalam sekejap, ruangan bernuansa tegang.

Keadaan yang hening itu dipecah dengan suara suster dan dokter yang membuka pintu.

“ Maaf, saya mau memeriksa keadaan Kevin. “, kata dokter yang berwajah tegas.

Sang ayah, ibu dan kakak perempuan Kevin langsung berjalan menuju pinggir ranjang pasien. Dengan penuh harap, mereka mengamati si dokter memeriksa badan Kevin. Tangan Mell dilipat seperti posisi orang berdoa sambil berharap adanya kemajuan dari keadaan Kevin. Tapi, dokter hanya menggelengkan kepala setelah itu berlalu begitu saja. Semua menghela nafas dan kembali ke posisi semula.

Sandy langsung menghampiri sahabatnya dan memeluk dari samping. Mell yang baru menyadari sahabatnya datang, langsung membalas pelukan sahabatnya disertai tangisan tak bersuara. Apa yang diperkirakan Cleff ternyata benar, yang sedang bersedih adalah fansnya yang selama ini memberi sejuta inspirasi. Melihat keadaan seperti itu, ingin sekali Cleff memeluk dengan erat sambil menyanyikan lagu yang baru saja selesai dibuat. Tapi, dengan kehadiran kekasihnya yang ternyata adalah sahabat Mell, dirasa cukup walaupun hati masih ingin menghibur dari dekat.

Ruangan yang berbau obat telah penuh dengan kesedihan dan ratapan. Lukisan yang indah, pemandangan luar kamar yang cukup segara, tidak bisa menghibur hati mereka. Satu-satunya yang bisa menghibur mereka adalah kabar kemajuan kesehatan Kevin.

“ Mell, kenapa lu ga bilang keadaan Kevin kaya gini? “

“ Gue.. “

“ Kenapa? “

Bibir Mell tak bisa digerakkan lagi. Kesedihan yang memukul hati dan perasaannya, membuat dia berat untuk mengeluarkan kata-kata. Kelopak bawah mata yang dulu tak terlihat, kini terlihat jelas bengkak. Dalam hati Cleff Cuma bisa berdoa Kevin bisa sembuh dan kembali menemani sang kakak dirumah dan dimana pun (kecuali WC).

Keheningan di pecah dengan suara deteksi jantung Kevin yang makin lama menjadi satu nada datar, semua mata tertuju pada detector jantung. Dengan langkah cepat, Cleff keluar dari kamar dan berteriak, “ SUSTEEEEEEEEEEEEEEEER!! DOKTEEEEEEEEEEEEEEEEEEEER!!! SIAPAPUN KE KAMAR INI!!!!!!! TOLOOOOOOOOOOOONG!!! “

Derap langkah yang keras menuju kamar Kevin mulai terdengar. Wajah pucat sudah terlihat Dan semuanya menanti penuh harapan. Dokter yang 10 menit lalu keluar dr kamar itu, kembali datang dengan langkah kaki yang tergesa-gesa, nafasnya sengal karena berlari dari kamar yang terletak di ujung koridor. 2 orang suster meminta semua yang ada di dalam kamar keluar dr ruang pasien. Mell memberontak untuk menemani sang adik di dalam sana. Saat Mell berusaha menerjang masuk, yang bisa ia lihat sekilas adalah jari manis Kevin yang bergerak sedikit dan berhenti. Cleff menarik tangan Mell yang berusaha masuk ke ruang pasien, dan yang terakhir dilihat sebelum pintu dan jendela ditutup adalah wajah putus asa si dokter sambil menggeleng lemas.

Cleff tak kuasa menahan diri dan langsung memeluk Mell yang akhirnya berhasil di tarik keluar dan berakhir di pelukannya. Mell menangis keras dan Cleff mencoba menghentikan tangisannya. Sandy hanya bisa melihat sambil menahan air mata.

Chapter 12

2 hari kemudian setelah pemakaman…..

Suara dariHP Mell, Tuan dan Nyonya Saputra, serta telpon rumah mengalahkan nyaringnya suara Grand Father Clock. Kevin Saputra telah pergi karena kanker otak, penyebabnya adalah, seringnya kekerasan di sekolah yang di alami Kevin. Pelaku tindak kekerasan di sekolah adalah 3 orang classmates Kevin sendiri, alasannya hanyalah karena Kevin lebih menonjol dari mereka. Setiap kali test kimia dan fisika, dengan keras Kevin menolak permintaan mereka untuk memberi contekan. Alhasil, setiap pulang sekolah Kevin jarang bisa selamat dari kejaran mereka. Tindak lanjut kepala sekolah adalah mengeluarkan mereka dari sekolah dan member laporan keras terhadap orang tua dari masing-masing murid. Rasa bersalah yang besar langsung jatuh menimpa kepala paa orang tua murid. Nyawa tidak akan pernah bisa diganti dengan benda apa pun di dunia, tapi hal yang bisa para orang tua murid lakukan adalah mengadakan acara pemakaman dan membayar semua yang diperlukan. Apa yang ingin di lakukan para orang tua murid ditolak dengan halus, walaupun sebenarnya mereka tahu bahwa orang tua tersangka hany ingin bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukan anak-anaknya.

Kediaman Saputra menjadi sepi, seperti hutan tak berpenghuni. Mell menuliskan semua di buku diarynya dan menyadari bahwa buku pinknya telah berdebu karena setelah sekian lama nggak pernah menuliskan apa pun tentang Cleff. Demi menghibur hati, Mell mencoba kembali membuka lembaran-lembaran yang sudah penuh dengan huruf, angka, foto dan emoticon.

Dear my Pinky,

Ini hari pertama dimana gue akan menuliskan banyak hal tentang idola gue. Namanya, Cleff Gray Budiman. Dia itu lahir di Canda tanggal 31 Juli 1990, bokapnya yang adalah orang indo asli jadi pengusaha di Canada, nyokapnya yang bule buka butik di Jakarta. Cleff kuliah di jurusan sastra inggris; suka warna hitam dan putih, suka banyak jenis music yang ptg easy listening; nge fans sama Andrea Boccelli and Charice…..

Lembar demi lembar dilewatinya hingga ingatannya tentang Kevin kembali melintas dibenaknya. Hal-hal tentang Cleff tidak bisa membuatnya tenang dan tangannya menjamah mouse yang tersambung dengang laptop yang ada didepannya. File foto keluarga dibukanya dan langsung disambut dengan foto masa kecil hasil scannya dengan Kevin. Teringat saat dia ada di rumah sakit menunggu sang mama melahirkan dan suara tangis Kevin saat itu. Satu demi satu foto dibukanya dan semua event keluarga ada didalamnya. Saat sedih atau galau, Kevin adalah orang pertama yang peduli, tanpa ijin Mell dia akan masuk dengan sejuta cerita dan canda. Terakhir kali Mell bersedih hati, Kevin membawa gitar sambil menyanyikan 2 lagu yang saat ini didengar Mell berulang-ulangMiley Cyrus-I miss you.

Miley Cyrus-I miss you

You Used To Call Me Your Angel
SaId I Was Sent StraIght Down from Heaven
Youd Hold Me Close In Your Arms

I Loved The Way You felt So Strong
I Never Wanted You To Leave
I Wanted You To Stay Here HoldIng Me

Chorus:
I Miss You
I Miss Your SmIle
And I StIll Shed A Tear
Every Once In A WhIle
And Even Though Its DIfferent Now
Youre StIll Here Somehow
My Heart Wont Let You Go
And I Need You To Know
I MIss You
Sha La La La La
I MIss You

You Used To Call Me Your Dreamer
And Now Im LIvIng Out My Dream
Oh How I WIsh You Could See
EverythIng Thats HappenIng for Me
Im ThInkIng Back On The Past
Its True That TIme Is flyIng By Too fast

Chorus

I Know Youre In A Better Place
Yeah
But I WIsh That I Could See Your face
Oh
I Know Youre Where You Need To Be
Even Though Its Not Here WIth Me

Miley Cyrus-Stay

Well it’s good to hear your voice
I hope you’re doing fine
And if you ever wonder
I’m lonely here tonight
Lost here in this moment
And time keeps slipping by
And if I could have just one wish
I’d have you by my side

Oooh oh I miss you
Oooh oh I need you

And I love you more than I did before
And if today I don’t see your face
Nothing’s changed no one can take your place
It gets harder everyday

Say you love me more than you did before
And I’m sorry it’s this way
But I’m coming home I’ll be coming home
And if you ask me I will stay, I will stay

Well I try to live without you
The tears fall from my eyes
I’m alone and I feel empty
God I’m torn apart inside

I look up at the stars
Hoping you’re doing the same
Somehow I feel closer and I can hear you say

Oooh o

Air mata nggak berhenti mengalir dan terus mengalir hingga dia kelelahan untuk menangis. Bertemu dengan Kevin didalam mimpinya, sudah membuatnya bahagia. Senyumnya mengembang saat dia terlelap, Kevin mengajaknya menyanyi didalam mimpi. Banyak cerita yang mereka bicarakan dan tiba-tiba tangan Kevin yang berada di dalam genggaman tangan Mell menjadi transparan dan Kevin menghilang dengan senyuman.

Mell terbangun dari tidur dan mimpinya. Dilihatnya jam dinding, 3 jam sudah dia tidur dan matanya dirasa berat. Dengan langkah gontai memasuki kamar mandi hendak membasuh wajah. Wajahnya kusut dan nyaris seperti panda berkantung, dibawah mata terlihat lingkaran hitam. Kalau Kevin melihat wajahnya yang seperti itu, dengan segera memanggilnya panda dan mereka akan berakhir mengitari ruang tamu berlari-larian sambil meneriakkan nama Kevin berkali- kali dan mengucapkan beberapa kata candaan. Saat-saat itu berputar didalam otaknya seperti film hitam-putih yang membuat dirinya rindu akan kehadiran Kevin.

Sandy, satu-satunya sahabat yang dia punya, tidak menampakkan diri setelah perginya Kevin di RS St.Antonio; Cleff nggak henti-hentinya menelepon Mell setelah pemakaman; bibi juga nggak henti-hentinya membawakan makanan kesukaan Mell dan membujuknya makan. Biar pun kata orang bahwa seorang ibu akan merasa lebih kehilangan, kali ini Mell-lah yang paling kehilangan. Nggak pernah terbayang bahwa Kevin akan pergi secepat ini, bahkan kelulusan SMP pun belum ia alami, kehidupan SMA yang menyenangkan pun belum dikecapnya barang 1 semester. Sebelum air mata yang telah menumpuk di pelupuk mata mengalir kembali di pipinya, wajahnya langsung dibasuh dan mengeringkannya dengan handuk kecil yang ada disebelah wastafel.

Perut sudah mulai keroncongan dan masih dengan langkah lemas Mell berjalan menuju ruang makan. Sebelum kakinya menyentuh anak tangga teratas menuju ruang makan (semua kamar tidur dilantai 2),bisa dilihat pintu kamar Kevin yang sedikit terbuka. Didalamnya ada sosok wanita yang tergolek di karpet sebelah kasur sambil memeluk foto Kevin dengan wajah yang basah karena air mata. Mell nggak tega melihat keadaan mamanya yang terlihat lebih mengenaskan dari dirinya, tapi begitulah ibu, ibu mana yang tidak akan terpukul setelah mengetahui anaknya telah meninggalkan dunia ini kecuali ibu itu adalah ibu yang jahat? Sejauh ini selama 14 tahun, Kevin adalah anak yang baik. ‘Hormatilah ayah ibumu supaya lanjut umurmu’, adalah yang selalu dipegang oleh Kevin agar dia bisa menjadi anak yang bisa membuat orang tua bahagia. Dengan kemampuan melukisnya, ruang tamu telah berhiaskan hasil lukisannya. Kebanyakan adalah foto papa mama mereka dan setiap kali ada tamu yang datang, mereka terkesima dengan lukisan Kevin. Mell turut bangga dengan talenta adiknya itu dan selalu menceritakan hasil lukisan terbaru adiknya didepan teman-temannya. Teman-teman Mell yang datang kerumah pun berdecak kagum melihat lukisan Kevin dan nggak sedikit yang minta dilukis sebagai hadiah ulang tahun mereka atau hanya sebagai hiasan didalam kamar masing-masing.

Sosok Kevin yang kocak dan usil, menjadi pemecah kesunyian rumah besar mereka. Kini rumah yang beranggotakan 5 orang, menjadi 4 orang dan sangat sepi. Mell nggak ingin berlama-lama melihat mamanya yang sedang berduka dan mulai melangkahkan menuju ruang makan. Di ruang makan hanya ada bibi yang duduk dan tertidur juga beberapa makanan yang ditutupi tudung saji. Mell bisa melihat jelas jalan air mata bibi di pipinya, demi membuat bibi senang serta maagny nggak kambuh, Mell membuka tudung saji dan bisa dilihat ada ayam bakar pedas kesukaannya. Segera diambilnya piring dan nasi di dapur dan berjalan cepat menuju ruang makan. Dengan lahap yang disertai rasa lapar, Mell telah menghabiskan 2 potong ayam bakar pedas. Bibi yang tertidur nggak jauh dari dia, bangun dan tersenyum melihat anak majikannya itu akhirnya kembali mengisi bahan bakar. Masih dengan langkah tak bertenaga, bibi berjalan menuju dapur dan mengambilkan segelas jus strawberry untuk anak majikannya.

Ditengah-tengah perjalanan ayam bakar menuju mulut Mell….

“KEVIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN….. KEVIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN!!! KENAPA KAMU TINGGALIN MAMAAAAAAAA?!?!?!?!?!?!?! MAMA MAU NYUSUL KEVIIIIIIIIIIIN!!”

Mell langsung tersedak dan menaruh kembali sendoknya. Secepat mungkin Mell berlari menuju kamar Kevin dan menemukan mama sudah tergolek lemas dengan darah yang pelan-pelan mengucur dari pergelangan tangan. Mell menutup mulutnya dan merogoh-rogoh saku celananya hendak mengambil HP tapi tak ternyata HP nggak ada didalam kantong.

Zzzzzzzzzzzzzzt….. Mell bangun dengan badan basah kuyup karena keringat. Ternyata semua hanya mimpi, tapi rasa duka karena perginya Kevin bukanlah sebuah mimpi. Suasana hening masih memenuhi rumah besar mereka. Mell merindukan suara Kevin yang sering mengganggu tidurnya, derap kaki Kevin yang terasa saat Mell sedang bermain dengan laptopnya di atas karpet, dan membangunkan Kevin di tidur siangnya. Kini, Kevin tidur untuk selamanya dan akan bertemu di lain kesempatan saat semua telah mendapatkan hidup kekal. Saat Mell melihat kamarnya yang berantakan, dia menemukan 1 sticky note di dekat pintu lemari bajunya dan berjalan mendekat.

AMSAL 17:17

SEORANG SAHABAT MENARUH KASIH SETIAP WAKTU, DAN MENJADI SEORANG SAUDARA DALAM KESUKARAN

*kalo kakak butuh bantuan, langsung gedor kamar Kevin! Kevin ada buat kakak!

Mell tersenyum dan air matanya kembali turun saat ia membaca. Dengan satu usapan, air matanya nggak membasahi lagi pipinya yang berbekas jalan air mata.

“ Kevin! Lu sahabat dan sodara gue! Gue nggak akan lupain semua yang udah kita lewati. “, katanya dalam hati.

Suara mobil yang memasuki halaman rumah terdengar jelas dari kamar Mell. Jeep hitam dan pemiliknya! Mell Cuma bisa tersenyum saat si pemilik mobil menyadari ada yang melihatnya dari atas. Dengan satu lambaian tangan dari pemilik mobil, Mell mengerti apa yang selanjutnya dilakukan.

Sebelum turun, Mell membasuh wajahnya dengan air hangat dan mengeringkannya segera, mengoleskan pelembab dan menyisir rambutnya yang berantakan. Langkahnya menuju pintu keluar sedikit lemas dan badannya hampir jatuh setelah membuka pintu untuk tamu. Sang tamu mempunyai reflek yang cepat dan segera menangkap badan pemilik rumah dan membaringkannya di atas sofa. Pemilik rumah hanya bisa tersenyum dan pemilik mobil membalas senyumannya. Ditengah keheningan, HP si pemilik mobil berdering. Dari screen HP terlihat siapa yang menelepon “SANDZZ”..

“ Diangkat dulu deh. Jangan sampe nggak. “, kata Mell begitu melihat siapa yang menelepon. Cleff tersenyum lagi dan meninggalkannya sebentar. Dari dalam rumah, bisa terdengar jelas Cleff berteriak dan berkata bahwa ada yang sedang membutuhkannya sekarang. Hati Mell seakan-akan tertimpa batu yang besar dan membuat seluruh tubuh dan hatinya tenggelam di dalam sofa. Dia tau siapa yang menelepon dan nggak tau apa yang sebaiknya dia perbuat selanjutnya. Hari ini dia hanya berharap bahwa suasana duka nggak akan menyelimuti keluarga ini lebih lama lagi.

Same time different place… Percakapan di telepon…

“ Kamu mentingin aku apa dia sih?? “

“ Dia butuh aku, Sand! “

“ Tapi apa perlu segitunya?? Apa belum cukup meluk dia di rumah sakit?? “

“ Kenapa kamu sendiri nggak bilang jujur kalo ternyata dia itu sahabatmuu??? “

“ Berkali-kali kamu muji dia didepanku! Berkali-kali kamu ungkit nama dia waktu kita lagi berdua!! Emangnya aku nggak sakit dengernya??? “

“ Apa ini yang harus kamu lakuin??? Kenapa kamu nggak bilang sama dia kalo kamu itu pacar aku??? Kenapa nggak bilang sejujurnya??!! Kenapa harus nyakiti dia kaya gini?? Kenapa sengaja ajak aku ke rumah sakit?? “

“ Aku pingin kenalin kamu ke dia sebagai pacar aku, Cleff! Aku nggak tahu kalo hari itu Kevin meninggal!! “

“ Tapi kamu tau kan kalo dia lagi sedih??? Harusnya kamu tau kapan hari yang baik untuk jelasin semua ke dia!! Kenapa nggak dari awal, Sand?!?!? “

“ Kenapa kamu sendiri nggak bilang sama dia kalo kamu punya pacar?? “

“ Aku udah cerita!! Siapa yang minta untuk nggak di ceritain ke orang lain selain keluarga kalo kamu itu pacarku??!! Aku Cuma lakuin apa yang kamu minta, Sand!! “

Sandy terdiam dan mematikan Hpnya. Sudah 4 hari air matanya mengalir, 2 hari lalu saat pemakaman dia nggak datang dan nggak ada komunikasi dengan Mell satu kali pun. Walau pun sebenarnya dia tau bahwa saat-saat seperti ini Mell membutuhkannya. Tapi, rasa sakitnya sekarang ini membuatnya memilih untuk menyendiri dan menyelesaikan semuanya.

Chapter 13

Satu bulan sudah semua ini berjalan. Hiburan demi hiburan ditawarkan oleh Cleff. Semua yang dilakukannya hanya demi seorang fans yang telah merebut perhatiannya selama ini. Walau pun hampir semuanya gagal, setidaknya dia masih bisa melihat ada guratan senyuman di bibir mungil Mell. Hubungan persahabatan Mell dan Sandy masih dingin dan belum ada satu huruf pun yang dilontarkan kedua belah pihak untuk memulai percakapan. Sandy selalu menghindar dan jarang menampakkan diri didepan Mell. Kalau pun mereka berpapasan, keduanya diam dan berpura-pura tidak saling melihat.

1 hari di sekolah…

“ Mell, kita mau makan nih. Ikut yuk? “, ajak ketua kelas, Rena.

“ Maaf, gue nggak nafsu makan. “

“ Lu mau nggak makan berapa lama sih Mell? Lu udah kurus banget sekarang! Pucet banget muka lu! “

“ Gue bawa bekal kok. “

“ Mell! Gue pinginnya lu makan nasi sama kita-kita! “

Mell menghargai perhatian teman sekelasnya itu dan pergi ke kantin dengan teman-teman si ketua kelas. Makan siang di kantin memang asyik kalo lagi rame-rame dan juga bisa dihibur dengan sejuta banyolan yang dilontarkan oleh beberapa anak-anak basket yang ikut makan bareng.

“ Mell, lu kenapa sih akhir-akhir ini? Gue liat pesona lu mulai berkurang, udah kurus banget, pucet, jalan ga bertenaga.. “, Tanya pemain basket yang bernama Arga.

“ Gue Cuma baru aja kehilangan seseorang yang berarti buat gue. “

“ Kevin? Dia emang pergi tapi dia sembuh untuk selamanya dan nggak akan sakit lagi. “

“ Dari mana lu tau kalo Kevin sakit? “

“ Informasi keluarga KepSek itu pasti diketahui seluruh sekolah. “

“ Owh. “

“ Perginya Kevin jangan sampe bikin lu kehilangan semangat. Lu baru diuji untuk bisa tegar. Sekali pun lu jatuh, lemah, ga tau harus ngapain, Creative Ministry Bumi yang tinggal di Surga duduk disebelah Bapa Yang Maha Kuasa, akan kasih lu kekuatan baru. Karena Dia ga akan pernah biarin lu jatuh tergeletak. Kalo pun lu jatuh, Dia akan menopang lu. Dia udah bersedia nopang dan kasih lu kekuatan, tapi kalo lu masih kaya gini, sama aja lu ga hargain apa yang udah Dia lakuin. Padahal Dia selalu available buat lu! Pikirin itu baik-baik deh. “

“ Woy! Arga sekarang pinter kotbah oy! “, teriak seseorang yang biasa dipanggil Pak Ketu(a).

Mell sedikit kaget dengan kalimat-kalimat yang dilontarkan oleh Arga. Arga Cuma tersenyum saat Pak Ketu menyorakkan namanya. Dengan gerak mulut, Mell mengucapkan kata terimakasih dan Arga mengangguk. Apa yang dikatakan Arga menjadi perenungan sehari Mell. Dan hasilnya sesampainya dirumah, Mell sengaja membuat keributan hingga si Bibi tertawa dibuatnya.

Badan dirasa letih dan sakit karena tidur yang nggak nyenyak untuk beberapa hari. Saat hendak beristirahat, terdengar suara mobil yang nggak asing ditelinganya. Mell mengeluarkan kepalanya keluar jendela dan meliha Mobil sedan hitam mengkilat dengan pengemudi anak SMA berambut pendek, sedang menatap tajam dan seolah menyimpan dendam. 2 menit kemudian, mobil melaju pergi meninggalkan rumah besar yang masih beraura duka dari luar. Mell hanya bisa menghela nafas dan kembali istirahat.


“ Pake pelet apa sih si Mell?? Kenapa sih semua orang simpatinya gedhe banget gitu??? “

“ Wajar lah orang berduka. “, jawab Albie sambil menyesap JD yang dibelinya kemarin.

“ Tapi keterlaluan banget kali! Sampe-sampe si Cleff dibuat klepek-klepek sama dia!!! “

“ Lu nya juga sih! Sapa suruh bikin ketentuan kaya gitu? “

“ Ketentuan apaan? “

“ Yang ga boleh bilang-bilang siapa pacar Cleff. “

“ Itu buat ngelindungin dia! “

“ Dari siapa? Media? Lambat laun mereka bakal tau juga kali. Ga usah diumpetin. “

“ Tapi.. “

“ Tapi apa? Apa karena lu tau kalo Mell nge-fans sama Cleff sebelum kalian jadian? “

“ Salah lu ajak dia kerumah! “

“ Suka-suka gue dong mau ajak siapa kesini. Toh tante ga masalah waktu itu. “

“ sekali-sekali belain gue kenapa sih, Bie?? Susah ya? “

“ Yah lu ni! Udah jelas-jelas salah masih minta dibelain. “

“ Gue minta lu mihak gue!! Apa itu salah, hah??!?! Berat?!?! Lu butuh duit berapa biar gue bisa bikin lu mihak gue?!?! Kapan aja lu mau beli JD, gue bayarin deh!! “, jawab Sandy sambil melempar lembaran kertas merah bergambar mantan presiden dan wakil presiden pertama Indonesia.

“ hahahahahahahahaha… lu ya! Gue geli banget sama lu! “

Geli apaan?? Lu seneng liat keadaan gue kaya gini?? Sodara apaan lu?!?! “

Kembali Albie menyesap JDnya yang tinggal seteguk dan mengeluarkan kata-kata jujur yang pasti membuat Sandy makin geram, “ Justru karena gue sodara lu! Gue ngomong semua yang seharusnya bikin lu sadar! Apa sih salahnya kalo si Mell dibikin terkagum-kagum dengan talenta Cleff?? Kalo lu percaya Cleff, dia ga akan kemana-mana! “

“ Percaya?? Gue percaya sama dia! Tapi liat!! Tiada hari tanpa telpon, sms, nyamperin seorang MELODY RHEI SAPUTRA!! “

“ Dia melakukan apa yang harusnya lu lakuin! “

“ Hah? “

“ Lu itu sahabat Mell! Disaat-saat kaya gini lah seharusnya lu ada. Terbukti kalo lu tipe egois! Cinta itu bisa dicari kapan aja, tapi sahabat itu nyarinya kaya cari mutiara diantara batu bunder putih yang biasa buat hiasan rumah. Lu bisa cari cowok yang lebih baik dari Cleff! Kalo lu mau, gue bawain temen-temen kampus gue dan suruh lu milih satu-satu. Banyak yang lebih dari dia kalo lu mau buka mata! Buka mata lebar-lebar!! Buka hati lu lebar-lebar!! Sadar betapa pentingnya Mell buat lu! “

“ Udah selesai ceramahnya? “

“ Lu… EH! KARENA GUE SODARA LU, GUE CARE SAMA LU!! SEENGGAKNYA PIKIRIN KATA-KATA GUE!! NGERTI LU! “

Albie berlalu begitu saja menuju kolam renang yang ada di pintu teras samping, melepas sepatunya dan merendam kaki. Sandra merenung sejenak kata-kata Albie yang terngiang ditelinganya. Suara Albie cukup keras barusan untuk membuat jantungnya berdegup kencang dan menancapkan kata-kata di otak dan hatinya.

Saat-saat seperti ini adalah saat yang kurang tepat untuk menerima tamu. Bell di pintu depan berbunyi dan Sandy membukanya. Tampak didepannya sosok seorang bule dengan ekspresi wajah yang menantang. Sandy nggak pernah bertemu dengan bule cantik ini sebelumnya, tapi dari sorotan mata si bule, terlihat jelas ada sesuatu yang harus disampaikan.

“ Sandy,right? “

“ Who are you? “

“ May I come in? too hot out side. “, katanya sambil mengipas-ngipas lehernya dengan tangan yang berkuku panjang dengan cat kuku warna merah menyala.

“ Okay… come in. “, jawab Sandy dengan penuh Tanya.

“ Siapa Sand? “, Tanya Albie yang berjalan menuju ruang tamu, “ Its.. you! “

“ Oh! I know you, friend of Cleff. “, jawab si bule dengan tatapan mata yang menggoda.

“ Dia siapa, Bie? “

“ Mantan Cleff di Canada. “

“ Well, I don’t know what you both talking about, but I come here for Sandy. “

“ Its me who you looking for. “

“ Oh! Its you! “, jawab si bule sambil melihat Sandy dari kepala sampai kaki.

“ I don’t know how Cleff could have a girl like you. You are so… I don’t know how to say but, you are not so his type. From head to.. “

“ Don’t waste your breath to tell me one full paragraph of your speech, lady. Just tell me what do you want and how do you know me! “

“ That was easy to know you and your best friend. “

“What do you want from her? “

“ Nothing! I just want my Cleff back “

“ Get Cleff back? This is not the right time to do your day dreaming. “

“ Ok then. But I just want to offer you an interesting mission. “

“ What is it? “

“ Uhm.. Well, lets go to somewhere to relax first. “, jawab si bule sambil merenggangkan badan.

Sandy berpikir sebentar karena dikiranya pasti berhubungan dengan Cleff dan Mell. Pikirannya masih belum bisa menangkap apa yang kira-kira diinginkan bule sexy didepannya. Tapi, untuk bisa menenangkan diri, boleh lah ngobrol di luar sambil ngopi.

“ Lets go to Starbuck! “

“ I’ll wait here. “, jawab si bule dengan senyuman, “ Oh my bad! I haven’t tell you may name, call me Cloe! “

“ Nice to know you. “

“ You won’t regret to know me, Sand. “

Tatapan mata tajam dan senyuman yang mempunyai maksud tersembunyi Cloe, mengiring hilangnya Sandy dari pandangannya. Albie masih ingat siapa bule itu dan perasaannya nggak enak. Dalam hati ingin sekali menelepon Cleff tentang tamu tak terduga yang menghampiri pacarnya, tapi mengetahui apa yang terjadi dengan mereka berdua membuat Albie enggan untuk memberitahu Cleff. 10 menit kemudian Sandy siap pergi, Albie membuka pintu depan dan membisiki Sandy 1 kalimat, “ Apa pun ajakan dia, pikirin semua 1000x! “. Sandy tersenyum sinis tanda menolak saran Albie. Cloe sudah siap didalam mobil sewaannya menunggu Sandy dan segera tancap menuju Starbuck.

“ Are you sure that I won’t regret to know you? “

“ You won’t regret girl. You won’t. “

Perjalanan mereka menuju Starbuck diiringi hujan gerimis yang berubah menjadi hujan lebat yang dihiasi dengan sambaran kilat dan Guntur. Sambil menunggu sampainya mereka di Starbuck, Sandy berpikir apa yang kira-kira yang ditawarkan oleh Cloe. Ajakan apa yang membuat si bule yakin bahwa dia akan tertarik?

Nggak terasa 15 menit perjalanan ditempuh dan mereka sudah sampai di Starbuck yang terletak ditengah kota. Mereka memesan terlebih dahulu dan langsung ke inti pembicaraan. Tawaran ajakan Cloe membuat Sandy kaget dan terperanjat dari sofanya. Dengan santai Cloe menyeruput kopinya dan menikmati ekspresi yang ada didepannya. Ekspresi seperti itulah yang sudah diperkirakannya. Selesai membicarakan semuanya, Cloe mengantar Sandy pulang dan Cloe kembali ke apartemen sementaranya.

Sandy memasuki rumah dengan keadaan otak yang penuh dengan tanda Tanya dan keheranan. Albie yang sedari tadi menanti kepulangan sepupu tersayangnya itu langsung membuka pintu dan bertanya apa yang mereka bicarakan di Starbuck. Sandy hanya mengulurkan tangannya kesamping (Albie berdiri disamping Sandy), tanda agar Albie diam dan membiarkannya masuk kamar untuk berpikir.

Kamar tidur adalah tujuan Sandy untuk menenangkan pikirannya dan badannya yang ikut letih. Kamarnya bisa dibilang nyaman dan besar. Ranjang berukuran king size, karpet berwarna krem menutupi seluruh ceramic, lemari baju putih dan meja belajar yang cukup besar, beraroma citrus dan secara keseluruhan bersifat kalem. Sebenarnya itu semua bukan selera seorang Sandy. Sandy menyukai aliran music pop dan terkadang mendengarkan music keras juga berirama disco. Nggak jarang kamar yang kedap suara ini diisi lagu ajeb-ajeb yang biasa diputarnya saat hati sedang galau.

“ if you want to, I can help you to make your friend stay away from our belove Cleff. “

“ What? “

“ Don’t pretending to protect her. I know you hate her and you want Cleff to hate her. “

“ But.. “

“ But what? She is friend of yours? What kind of friend that steal her BFF’s boy friend? “

“ Why you want to help me? “

“ I just want Cleff back to Canada. “

“ Canada? His father at America! “

“ I know. His private house is in Canada and I have his key. “

“ You… “

“ What? Dare? Yes I am. “, jawabnya sambil menyeruput esspreso.

Sandy menggeleng-geleng kepala dan mencoba berpikir jernih. Bimbang dan ragu memikirkan beberapa hal yang menjadi satu, sahabat atau cinta, membela atau menjatuhkan, SAHABAT ATAU DIRI SENDIRI? Dari dalam terdengar pintu diketuk dan saat dibuka, Albie berdiri sambil membawa 2 gelas cola. Dijulurkannya tangan kanan Albie dan Sandy mengambilnya. Albie masuk ke dalam kamar dan mencoba menjadi pendengar yang baik untuk sepupunya yang sedang galau.

Chapter 14

“ Jadi Bie, menurut lu gue kudu gimana? “

“ kata hati lu apa? “

“ Gue blank. “

“ Ini semua menyangkut Mell, sahabat lu, dan pacar lu yang juga sahabat gue, Cleff. Gue minta, jangan sakitin Cleff. Gue yakin lu punya hati nurani. “

Albie meninggalkan kamar Sandy dan menyisakan hawa sepi dan suram di kamar yang terlihat luas karena dinding catnya yang terang. Sekali lagi Sandy berpikir dan mencoba berpikir jernih. Apakah yang akan dia lakukan selanjutnya?

“ Do you really love him? “

“ Yes I am! “

“ If you really love him, don’t ever release him from your hand. “

“ But.. “

“ But what? Do you afraid that you can hurt his heart? He is already hurt you! You want him to stay with you forever right? “

“ Of course, but… “

“ Every time when you get something good, she always take it from you! She always get the spotlight! Now its your turn o break a leg! Get Cleff back! “

“ Am I have to hurt her too? “

“ To make Cleff back to your hand, maybe you have to hurt her. “

“ Really?? “

“ Hestitate? Make sure that you cruel enough to make her cry and never get closer with him. And then, Cleff in your hand. “

Entah mana yang harus dia pilih. Keduanya berarti dan dia sama-sama sayang keduanya. Di saat seperti ini, Mell membutuhkan dirinya untuk mengembalikan keceriaannya, tapi dia hanya memikirkan dirinya sendiri yang menahan sakit melihat keberadaan Cleff yang selalu ada disamping sahabatnya. Rasa kehilangan sangat menyakiti hatinya, kata putus belum terucap dan sahabatnya masih berduka.

Mengingat berapa bulan lalu saat Cleff menyatakan cinta kepadanya dan hatinya berbunga. Semua kata-kata Mell di pagi hari yang menyatakan betapa ia mengagumi Cleff, terhapus begitu saja. Pernyataan Cleff membuatnya melayang dan dengan spontan langsung dia tersenyum sambil mengangguk tanda setuju untuk menjadi pacar Cleff.

“ Lu mau jadi… “

“ Apa?? Sopir lu? “

“ Enggak la! Masa’ cewek se cool kaya lu dijadiin supir.. “

“ Trus mau lu apa? “

“ Kenapa segitu jutek sih? “

“ Gue lagi skype-an sama sohib gue! “

“ Penting ya topic kalian? “

“ kami lagi ngobrolin sinetron amrik. “

“ sinetron? Apa? “

“ The Vampire Diaries. Cepetan!

“ Galak banget sih. “

“ Gue ga mau berlama-lama berdiri didepan gerbang! “

“ Gue nggak mau didalem rumah lu ngomongnya! “

“ Kalo mau ketemu sama Albie, sorry dia lagi out sama temen-temennya di caffe pojokan komplek sono! “

“ Galaknyaaa…. Kalo galak gini, gue ga akan bilang apa yang akan gue bilangi ke lu. “

“ Cepetan ah! Gue mau lanjut.. “

“ Gue sayang sama lu dan lu harus jadi cewek gue! “

“ Apaaaa? “

“ Iya! Gue sayang sama lu! “

Senyum mengembang saat mengenang dan ia rindu dengan saat-saat sebelum kritisnya keadaan Kevin. Entah kenapa ada pikiran untuk mengajak Cleff ke rumah sakit saat itu. Apa Cuma pingin bikin iri? Apa bener-bener pingin bikin Mell tenang? Apa pamer pacar? Apa pingin manas-manasin aja?? Atau memperkeruh suasana?? Apa mau nunjukin Cleff itu udah ada yang punya dan sahabatnya itu nggak boleh deketin lagi??? YA!! Kemungkinan terakhir lah yang benar!! Itu bukan kemungkinan tapi itu memang tujuannya!!

Sebentar saja dia melangkah menuju meja riasnya dan mengaca. Wajah bulat dengan potongan rambut cepak dan sudut mata yang menguatkan cirri khas sifatnya yang keras dan cool, bibir tipis yang mengatup rapat; dan Sandy nggak percaya wajah yang ada didepannya adalah wajah seorang Sandy. Di meja rias terpampang beberapa foto dari tahun ke tahun. Diangkatnya foto sebelum dia memasuki masa SMA, sorot matanya yang dulu penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan awal SMA, sekarang dihiasi dengan kegalauan dan sedikit licik; bibirnya akhir-akhir ini nggak menampakkan keceriaan. Dirinya sendiri merasa nggak mengenal siapa yang sekarang ada didepan cermin. Dihatinya ingin sekali kembali ke waktu dimana dia bisa tersenyum lepas, tapi dia ingin sekali kembali memiliki Cleff seutuhnya. Dilemma kembali datang menghantui, mana yang harus dia selamatkan, percintaannya atau persahabatannya?? Cleff Gray Budiman atau Melody Rhei Saputra?? Diantara mereka manakah yang paling berarti??

Telpon berdering…

“ Hey girl! I need to talk with you! “

“ How can you… “

“ Get your cellphone number? That’s easy! We need to talk! “

“ Where? “

“ Starbuck! “

“ Ok. “

“ Uhm… wait! “

“ What? “

“ I’ll pick you up! Be ready for 15 minutes. “

“ Alright! “

30 menit udah sama perjalanan dan sampe di Starbuck…..

“ So.. Tell me your decision! “

“ My decision? “

“ Of course! “

“ Uhm… “

“ I know it. Its too hard to make a decision. “

“ No! I have my own decision! “

“ So? Tell me! “

“ You won’t believe this! “

“ Impressed me. “, jawab si bule dengan senyum licik.

“ for you, I’m a depressed! FYI, I can do this with my way! I won’t hurt anyone! Friend is one of precious treasure in this world and I don’t want to hurt anyone here! I love Cleff too! But I have my own way to save our relationship! I won’t use your way! “

“ Well! That is your decision! You’ll see my way and you won’t live happily ever after. Ha and ha! “

“ So whatever! You hurt them, you hurt me too. “

“ Do you think that I’m scare of you? I’m really…. Dare to hurt them! And I’m so glad to do that. I just want my Cleff back, without your help or not! “


Dear My Pinky,

Tau nggak sih hari ini gue sekali lagi ditemenin sama Cleff. Gue rasa, apa yang sekarang ada diantara gue sama Cleff, nggak seperti apa yang gue bayangin. Awal gue ngefans sama dia, ya lu tau lah! Seperti apa yang gue tulis dihalaman awal, gue suka suara dia, wajah dia yang ganteng de el el..

Tapi sekarang, gue ngerasa ga seistimewa dulu. Dulu gue selalu berharap selalu datang di setiap concert dia atau nonton dia di TV, bermimpi bahwa gue akan punya 1 kesempatan buat ketemu Cleff secara langsung kaya acara seleb brg fansnya. Gue nggak nyangka bahwa akan ada hal seperti ini yang bikin gue deket banget sama dia. Apa lagi pas dia bilang kalo dia udah punya cewek. Jujur aja, lemes gue dengernya! Dan yang gue nggak nyangka ceweknya itu sohib gue sendiri!! Alesan Cleff kenapa ga bilang sih masuk akal, biar ga di uber-uber sama wartawan. Tapi kalo ceweknya itu ternyata adalah Sandy, harusnya gue juga tau! Selama ini gue nggak tau kalo Sandy punya pacar! Semua yang jadi ganjelan di otak gue, gue kasih tau ke dia. Tapi apa sekarang??? Rahasia se gede itu dia ga kasih tau!!

Gue sedikit ga enak sih sama Sandy, tapi gue kan ga tau. What I supposed to do?

Lembar demi lembar dibaliknya kebelakang. Biodata, foto dia di majalah, foto manggung, foto waktu di wawancara; semua terlihat perfect! Begitu ketemu sama orangnya sendiri, ada jerawat kecil njendol di pojok dahi, ada sedikit permukaan bulan di pipi, bekas jerawat di puncak hidung, warna biru di mata Kevin yang berada diluar warna coklat, sorotan lemut dari matanya saat berbicara, sinar matanya saat mulai berbicara tentang music, senyum yang muncul saat mengatakan pengakuannya bahwa dia nggak sendiri lagi; nggak heran cewek se cool Sandy bisa klepek-klepek dibuatnya. Sayangnya, sekarang Mell ngga punya teman berbagi dan apa yang harus dilakukannya adalah membeli 1 diary baru dan menuliskan semuanya. Sementara itu dia akan mencoba memperbaiki hubungannya dengan Sandy.

Klinting.. klinting… (kalo ga tau, ini bunyi bel)

10 ment setelah bel berbunyi…

“ Eh jelek! Ayo ke salon! “, suara cempreng mengagetkannya dan membuat matanya terbuka lebar hingga sepertinya bola matanya akan keluar.

“ San… “

“ Lu ya, udah pucet gitu ga mau makan, ga ngerawat diri! Mendingan kita ke salon, ke butik, makan.. tadi gue udah telpon papa-mama lu. Mereka ngijinin lu pergi bareng gue! Hari ini girl’s time! “

“ Hah? “

“ Ajakan gue Cuma lu jawab 1 kata nggak berarti?? Jahat banget lu! Gue lebih menghargai kalo lu cuci muka, ganti baju, dandan bentar trus turun nemuin gue didapur. Gue mau makan habis brownies si bibi. “

Menyebut kata brownies, Mell langsung berkata, “ Brownies?! Berani macem-macem lu sama brownies bibi?? “

“ Kalo lu nggak cepet siap-siap, bisa abis tu brownies! “, jawab Sandy enteng sambil ngacir ke dapur, “ GUE ITUNG SAMPE 50 YA! SAMPE BELOM TURUN JUGAAA… GUE HABISIN BROWNIESNYA…. ! “

Dengan segera Mell mengganti bajunya, mencuci muka, mengoles pelembab di wajah, bedakan, pake lip gloss; sementara si Sandy menghitung dengan suara keras sambil menyantap brownies. Si bibi yang ada didepannya tertawa cekikikan, karena mempunyai firasat bahwa semua akan kembali seperti semula dengan kemunculan Sandy. Mell muncul di dapur dengan kaos hitam polos dengan jaket jeans mini dan rok jeans juga bersepatu sport dan rambut yang diikat seperti ekor kuda. Seperti biasa, penampilan biasanya memukau semua orang yang melihat. Wajahnya kembali cerah seperti nggak terjadi apa-apa sebelumnya. Memang benar! Dikeadaan apa pun, kehadiran seorang sahabat diperlukan. Dengan langkah pasti menuju pintu mobil, Sandy merasa bahwa apa ynag sekarang dilakukannya adalah sesuatu yang benar. Masalahnya dengan Cleff akan menemukan titik terang!

Begitu keluar dari gerbang rumah Mell, Sandy melihat mobil merah dan wajah pengemudi yang dikenalnya. Dalam hati, Sandy berdoa agar nggak terjadi apa pun, entah itu akan menimpa mereka berdua atau pun Cleff. Sandy meminta Mell yang sedang senyum-senyum sendiri itu mengambilkan HP yang ada di dashboard dan mengetik SMS yang berisi kan 3 huruf, “ S.O.S “ dan mengirimnya langsung ke nomor Cleff. Sambil mengerutkan dahi, Mell menatap Sandy yang sedang menyetir dengan penuh Tanya, Sandy hanya berbisik pelan, “ Everything will be fine. “. Mell merasa ada yang aneh, tapi perasaan itu disingkirkannya dan berpikir bahwa hari itu adalah hari dimana mereka harus memperbaiki hubungan. Dengan cepat Mell menyebutkan tempat SPA dan salon yang terbagus di kota, Sandy dengan wajah bersemangat menyetir sampai ketempat dengan selamat.

Girls day begin!!


No comments:

Post a Comment