Let's get deeply about Sandy!
Sandy adalah satu-satunya sahabat Mell. Entah berapa prestasi yang terukir disejarah Sandy sang Fe-Jimmy-Neutron-Male. Sejak SD Sandy dikenal dengan julukan The Walking Brain dan selalu menjadi andalan sekolah dibidang apapun, terutama debat bahasa Inggris. Well, she was like Ugly Betty before, tapi sekarang dia berubah 180 derajat dengan make over saat menikmati masa-masa menjadi pengangguran selama 4 bulan setelah mengenakan seragam putih-biru. Sebelumnya ide ini adalah ide gila untuknya karena sebelumnya, mengubah diri seperti make over adalah sama seperti membuang kulit lama yang telah menjadi zona nyaman untuk menerima diri sendiri. Tapi, setelah dia melihat perubahan dirinya yang dari anak kecil menjadi remaja, pikiran untuk merawat diri selama libur menjadi sebuah langkah awal memasuki masa SMA yang pertama. Malam sebelum dia akan memasuki 'karantina', terlebih dahulu dia merundingkan segala sesuatunya dengan ortu tercinta. Tanpa berpikir dua kali, sang kepala keluarga menunjukkan senyum bijaksananya dan mengatakan 'ya', begitu pula sang ratu dirumah itu yang sedang menikmati hasil karyanya selama 1 jam didapur, dengan sebuah senyum lembut dan anggukan ringan, jawaban sudah terlihat jelas.
Hari Karantina dimulai! Dengan segera dia meminta supir papanya untuk mengantar Sandy ke Bandung. Disana ada rumah sang nenek dengan arsitektur Belanda asli yang menjadi salah satu tempat kesukaan Sandy. Selama disitulah dia akan menjalani berbagai perawatan tradisional. Semua bahan sudah disiapkan dari rumah dan dibawanya menjadi persediaan selama 1 bulan. Neneknya adalah seorang vege, jadi akan sangat terbantu dengan makanan yang akan dikonsumsinya selama 1 bulan. Perawatan yang dimulai dari diet, kulit sampai rambut, semua bener-bener dijalani dengan semangat. Ditengah-tengah perawatan alaminya, Sandy merasa sedikit kangen dengan cemilan dan minuman kesukaannya, Van Houtten dan Hot Cocholate Van Houtten. Sayangnya semua itu nggak dia bawa dan itu menjadi salah satu keuntungan. 1 Bulan pertama berhasil dilewati. Saatnya mengganti menu sehat! Selama 1 bulan, Sandy sudah mengkonsumsi berkarung-karung sayur bayam. Bulan kedua akan diganti dengan brokoli. Kalo negara barat sana nggak suka dengan brokoli, Sandy justru lebih menyukai brokoli dari pada segala macam sayur-sayuran yang ada. Katanya sih serat lebih banyak dan bla bla bla... Dan bulan kedua bisa dijalankan dengan lancar tanpa keinginan untuk menyeruput nikmatnya Hot Cocholate. Katanya, " Asal ada brokoli, makanan laen gue nggak peduli! ", dan kata-katanya itu membuat sang nenek tertawa mendengarnya. Pikir sang nenek, “ Anak zaman sekarang sukanya yang kurus-kurus. Perawatan badan juga aneh-aneh. Dasar anak muda... "
2 Bulan selanjutnya, dengan segala perawatan dan olahraga yang berbagai macam dan lapang, membantu Sandy benar-benar kehilangan 10 kg. Badannya yang semula gemuk tak terhingga, menjadi langsing sesuai dengan berat badan idealnya. Perawatan rambut, kulit dan iman juga berhasil. Nggak ada lagi yang namanya Fattie Sandy! Atau Ugly Sandy sebagai pemeran pengganti Ugly Betty! Sandy yang baru akan segera ada di sekolah favorit yang tak terduga!
Hari pertama Sandy masuk sekolah nggak begitu lancar tapi hari-hari berikutnya sangat menyenangkan.
Pagi hari dia sudah ditabrak oleh beberapa kakak kelas anak OSIS yang sibuknya luar biasa, hampir kena bola basket dan bola sepak yang kelihatannya jatuh cinta dengan wajah baru Sandy dan sempat disasarin sama kakak kelas cewek yang mungkin sirik melihat The New Sandy. Hari-hari MOS dilewati dengan peluh keringat dan latihan kesabaran yang teramat sangat, tapi dibalik kesabaran yang teramat sangat itu ada hikamahnya juga. Gaya cool dan tenang itu membuatnya menjadi pusat perhatian. Rambut pendek dan kulit asli Indonesia, rok tepat di atas lutut, kacamata dengan frame hitam ala anak gaul, tas punggung warna hitam tapi bergaya, telinga kanan-kiri ditutupi lubangnya dengan pig earphone warna putih yang terhubung dengan HP yang sedang memutar lagu-lagu kesukaannya, gelang hitam dengan liontin "S" yang biasa tapi terlihat menarik, jam tangan hitam besar yang lagi ngetren, sepatu sneaker putih dan kaos kaki yang kelihatannya pendek sangat. Benar-benar gaya anak SMA yang gaul getooo!
Hebohnya anak-anak SMA di sekolah itu juga turut di meriahkan oleh anak KepSek yang feminim dan terlihat lembut serta tenang. Rambut panjang kulit putih oriental, mata belok dan senyum percaya diri, langkahnya terlihat pasti dan semua itu disempurnakan dengan cahaya matahari yang ada dibelakangnya dan menyinari rambut hitam legamnya. Anak-anak Photographein langsung mengabadikan dengan banyak jepretan yang tak terhitung banyaknya. Cara jalannya terlihat anggun hingga membuat beberapa pemain basket tidak lagi meghiraukan bola basket yang sedari tadi menjadi rebutan selama 15 menit, kamera-kamera SLR pun berebut mendapatkan angle dengan hasil yang mereka harapkan akan bagus seperti aslinya tanpa editan. Tak disangka, anak KepSek yang juga menarik perhatian ini sekelas dengan Sandy. Sandy sengaja duduk paling tengah agar bisa melihat ke arah papan tulis dengan nyaman, tanpa diduga, First Girl ( Negara punya First Lady, sekolah juga punya First Girl kalo dia anak KepSek. *bikin istilah sendiri ) duduk disebelahnya. Hal ini mengundang kehebohan kelas. Kata mereka, yang rambut pendek ini cool kaya Dewi Athena, kalo yang rambut panjang ini manis kaya Aphrodite. Semoga si Aphrodite nggak kaya Aphordite yang asli. "
" Panggil gue Sandy. Gue tinggal di jalan Anggrek nomer 30. "
" Gue Mell, tinggal di jalan Androlin nomer 5. "
Begitu perkenalan singkat dari mereka berdua. Ekpresi Sandy begitu cool dan tenang, kacamatanya memancarkan aura asli dari Sandy. Mell dengan senyum khas yang manis serta tenang juga turut mengundang perhatian. Karena tempat duduk yang bersebelahan, membuat mereka berteman....
Next >>
Wednesday, April 6, 2011
Monday, March 21, 2011
The Pink Book and Cleff ( Chapter 4)
Malam Jumat MeLL " Beneran, Sandy sayang! Dia ada didepan mata gue! Nganterin gue pulang juga malah. ", katanya dengan semangat yang tambah besar lewat Skype. " Mana bukti lu?? Ga percaya deh gue! " " Masa?? Nih gue buktiin! ", segera diambilnya buku pink yang diam tenang didalem tas. Dengan kecepatan tinggi langsung dideketin ke kamera LaPink (Laptop Pink). " Jelas ga tuu??? " " Burem, monyong! " " Dasar lu! Temen lu bahagia tau malah kaya gini reaksi lu.. " " Gue emang seneng buat lu kok. Gue seneng liat wajah sebel lu. hehehhehe.. :) " " Besok minggu dia mau ajak gue ke studio dia. Barengan sohib dia juga lho. Lumayan ganteng juga sih sohib dia. " " Oh! Gaet aja semua. " " Lu kira gue buaya betina? " " Sapa tau juga mau lu sambet. " " Gue nggak segitunya kali! Gue tetep prefer Cleff Gray Budiman. Forever Cleff!!! " " Dasar lu! Hahahahhaa... kapan lu pergi ma dia? " " Minggu besok. Dia juga udah ijin ke mama mau nyulik gue. " " Wah! Hebat banget dia! " " Iya dong! Udah jam segini nih! Tidur yuk! Besok jam 6 pagi ke lapangan rumput biasa, jogging! Ok? " " Iya deh, Nona Jatuh Cinta. Gut nite sweety! " So that is how Mell's day is over and hoping in her dream that she can meet her Prince Charming tomorrow. Pagi datang, matahari sedikit mulai sedikit menampakkan badannya dibalik kapas yang mengambang di lautan biru angkasa. Dipermanis dengan kicauan burung2 kecil yang menjadi ganti alarm Mell untuk mengingatkannya akan olahraga pagi yg akan dilakukannya dengan Sandy. Weekend dimulai dengan awalan yang bagus oleh Mell. Sapaan manis selama beberapa menit untuk Yang Maha Kuasa, getting prepared for jogging and sweet smile in front of the mirror. Ritual pagi hari yang selalu dilakukan olehnya agar bisa menikmati dan melewati hari penuh dengan percaya diri dan ketegaran yang pasti (rahasia Mell selama menjalani hari). Alhasil setelah keluar dari gerbang rumah, sapaan dari tukang sayur keliling sampe tukang becak pun ada disepanjang jalan. Untuk membuat beberapa penjaja makanan dipagi hari, Mell merelakan sedikit berkat materinya membeli beberapa sarapan pagi untuknya dan Sandy, well, bubur mutiara untuknya dan bubur sumsum untuk Sandy; susu sapi coklat untuk Sandy dan milk tea hangat untuknya. Pikirnya, itu semua worthy bagi para penjaja makanan sehat yg sudah merelakan hari2nya berhadapan dengan bahan2 makanan dan berteman dengan panci dkk. " Mell!! Sini!! " Teriakan suara cempreng itu berasal dari sebelah pohon yang biasa ada penunggunya (apa sih ya yang gedhe terus biasa dikasih sesajen??? LUPA!!). Kaos dengan lengan pendek warna putih susu yang dipadu padan dengan celana basket hitam dan sepatu sport putih juga rambut yang diikat ekor kuda, membuat Sandy tampak seperti anak kuliahan. Sesuai dengan umurnya yang setahun diatas Mell sih. Sandy telat setahun untuk memulai kewajibannya sebagai murid SD. Papanya bilang, " ngga usah masuk TK! belajar nulis, menghitung, menggambar, menyanyi, bahasa inggris sama abang2mu yang ada dirumah. ". Sandy, satu-satunya wanita yang ada dirumahnya. Sisanya adalah kakak laki-laki yang beraneka ragam, 4 cowok kembar yang berkepribadian berbeda. Lucky her! Selalu ada bodyguard gratis yang menjaganya setiap saat. Back to the village,,,, bukan!! field!! MP3 yang sedari tadi ada didalam kantong masing-masing langsung dikeluarkan. Lagu-lagu yang membangkitkan semangat langsung di-play dan siap membakar lemak kemarin yang menumpuk. 1 putaran.... 2 putaran.... 3 putaran..... GUBRAG!!! " Maaf mas... sorry ba...nget...? HENRY?! " " Mell?! ", jawab orang yang ditabraknya dengan wajah heran. " Lu ngapain disini?? Bukannya lu sekolah di Aussie ya? " " Gue barusan balik seminggu kemarin. Lu sendiri ga sekolah? " " Sekolah gue itu cuma 5 hari sekolah. Sabtu itu jadi hari jogging n santai. " " Lu mau gue jawab semua pertanyaan lu dengan gue duduk dibawah gini setelah lu tabrak?? " " Sorry sorry.... ", Mell mengulurkan tangan membantu Henry, teman SMPnya, untuk berdiri kembali. " Yang dibelakang lu itu temen lu?? ", tanya Henry sambil menepuk-nepuk celananya. " Eh... Iya! Ini Sandy, temen gue yang paliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing baik!! " " Apaan sih?! Gue Sandy! " " Gue Henry. BTW, kalian mau sarapan dimana ntar? " " Tadi gue udah beli makan sih dari yang jualan makan treddie... " " Treddie?? ", tanya Henry sambil terheran-heran. " Itu istilah Mell buat kata tradisional. " " Oh... Dasar lu Mell! Gini aja, mumpung gue baru aja ketemu temen lama dan dapet temen baru, gue traktir di soto seberang sana deket kantor polisi, mau?? " " Trus makanan yang gue beli ini?? " " Buat cemilan sehat lu aja ntar. " " Gue beli ini semua buat dimakan sama Sandy-gue... ", jawab Mell dengan wajah melas. " Ntar gue mampir kerumah lu deh habis makan. Makan makanan yang lu beli itu dirumah lu sambil numpang liat buku pink lu. " " Boleh boleh!! Makasih Sandy... ", jawab Mell dengan wajah khas anak kecilnya. Tanpa diaba-aba, mereka bertiga menapakkan kaki menuju warung soto yang dimaksud Henry. Ngobrol sana sini nggak tau arah dan berbagi pengalaman menarik Henry selama dia di Aussie sejak kelas 2 SMP. Ditengah-tengah acara menikmati soto yang lama nggak mendarat di lidah Henry, HP Henry berkumandang, tanda ada SMS masuk. " Sorry banget ya! Gue balik duluan. Bonyok calling nih! Mang, tadi sotonya udah dibayar yaaa?? " " Udah mas. Makasih ya mas! " Dengan langkah cepat, Henry berjalan menuju mobilnya dan pergi langsung dari tempat itu. Sandy dan Mell masih sibuk menikmati soto gratis yang masih nganggur didepan mereka. Sambil menunggu soto yang dimakan habis, Mell mengirim SMS kepada Mang Dadang untuk menjemput mereka pulang. Sabtu, 11.00 A.M, Sandy sudah kembali kerumahnya dan bersiap untuk acara Sista Saturz mereka yang akan dimulai jam 12 nanti dan akan diawali disebuah mall yang cukup ramai di jam makan siang. Mell dengan baju yang santai + feminime dan Sandy dengan padu padan Cutie Sporty, pasangan sahabat yang cocok seperti difilm-film. Untuk hari ini mereka akan menjalani hari sedikit berbeda. Karena besok adalah hari kencan yang dinanti. Sebenernya lebih tepat kalo siang2 treatment, tapi berhubung esok hari adalah hari Sabat dan keluarga di siang hari, maka Mell memutuskan untuk melakukan treatment badan hari ini dan treatment rambut saat mandi. Well, yang penting hari ini adalah hari tenang dan santai. " Kira2 si Cleff suka penampilan gue yang gimana yaa??? Yang bisa bikin dia terkesan gituuuu... Apa ya kira2?? " " Pake baju senyaman lu ajaa... ", jawab Sandy asal. " Tapi belum tentu bikin kesan. " " Yang berkesan nanti itu apa yang bisa lu lakuin buat dia. " " Apaaaa ya? " " apa aja yang lu tau lah! Kan lu yang ngefans sama diaa! " " apa ya warna kesukaan diaa? " " Warna kesukaan dia itu item sama putih, gambar kaos kesukaan dia itu malaikat.. " " Kok lu tau segitu banyak, San?? " seketika wajah seperti maling yang ketahuan bahwa dia tersangka utama terlihat diwajah Sandy yang biasa cuek. Sandy yang tadinya negrasa dingin gara2 ada AC jumbo yang ditaruh di beberapa sudut mall, mengeluarkan keringat dan mata yang kelihatannya sedang mencari alasan tepat setelah mengeluarkan kalimat yang nggak pernah disangka-sangka Mell. " Lu... Lu kan sering... Ngomongin Cleff didepan telinga gue.. secara nggak langsung gue inget.. " " Masa' sih?? " " ya!! Lu kira berapa kali lu neriakin namanya disebelah telinga gue dan nyebutin semua kesukaan dia dengan suara cempreng lu, hah?? " " Iya yaa... Setiap pagi yaa? " " Jangan pake tampang innocent dong jawabnya! " " Iya sayaaaaaaaaang! Jangan galak gitu dong jawabnya. " Akhirnya mereka sampe juga di sebuah tempat SPA yang ada didalam mall. Sandy seketika meghela nafas seolah-olah dia berhasil menyembunyikan sesuatu. Mell merasa ada yang aneh dengan ekspresi lega Sandy. Nggak tau apa ada sesuatu yang mengganjal atau apalah itu. Mell nggak peduli dengan perasaan ganjalnya itu. Yang penting hari ini dia bisa having fun bareng sahabatnya. Dan saat perawatan badan dimulai, Sandy memilih MV lagu Zigaz-Sahabat Jadi Cinta untuk menemani mereka melakukan perawatan yang sebenernya paling dijauhi oleh Sandy.
Subscribe to:
Posts (Atom)